Harga Emas India Hari ini: Emas Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Emas naik di India pada hari Kamis, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada pada 12.410,68 Rupee India (INR) per gram, naik dibandingkan dengan INR 12.310,58 pada hari Rabu.

Harga Emas naik ke INR 144.755,20 per tola dari INR 143.588,20 per tola sehari sebelumnya.

Satuan Ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

12.410,68

10 Gram

124.112,90

Tola

144.755,20

Troy Ounce

385.998,60

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan kurs pasar yang diambil pada saat publikasi.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan posting ini.)

Prakiraan Harga EUR/USD: Mendekati 1,1400 saat pola bearish flag tetap berlaku

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak naik selama sesi Asia pada hari Kamis, meskipun kurang memiliki keyakinan bullish karena para pedagang menantikan rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang krusial. Harga spot saat ini diperdagangkan di sekitar area 1,1385 dan tetap dekat dengan level terendah mingguan yang disentuh pada hari Rabu
আরও পড়ুন Previous

Rupiah Indonesia mengurangi beberapa pelemahan seiring data AS yang lemah dan nada The Fed membebani Dolar AS

USD/IDR bergerak turun tipis setelah dibuka dengan gap bullish, tetap berada di wilayah positif selama empat hari berturut-turut, diperdagangkan sekitar 18.030 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Kamis
আরও পড়ুন Next