Mengapa Dolar AS tetap kuat ketika kenaikan Federal Reserve sudah sepenuhnya diperhitungkan?

Dolar AS (USD) diperdagangkan dengan nada yang kuat menjelang keputusan suku bunga Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tak henti-hentinya, yang telah mendorong imbal hasil bertenor 10 tahun ke 5,00% dan imbal hasil bertenor 2 tahun ke 4,66%. Pasar keuangan hampir sepenuhnya telah memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang membawa suku bunga kebijakan acuan ke 4,00%. Didorong oleh tekanan harga komoditas yang persisten — dengan Brent crude bertahan di atas US$100/barel di tengah kerentanan pasokan Timur Tengah — para pengambil kebijakan menghadapi keseimbangan yang sulit antara inflasi yang membandel dan meningkatnya biaya fiskal untuk pembayaran utang. Para ahli strategi institusional berpendapat bahwa Ketua Kevin Warsh kemungkinan besar akan menyampaikan pesan hawkish, sehingga menjaga Greenback tetap didukung terhadap mata uang utama lainnya.

US Dollar Index DXY daily chart
Grafik harian Indeks Dolar AS DXY

Kenaikan imbal hasil dan inflasi yang didorong energi memaksa The Fed menghadapi trade-off

Menurut Lloyd Chan dari MUFG, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS di seluruh kurva mencerminkan kekhawatiran inflasi yang persisten yang dipicu oleh guncangan komoditas global. Sementara meningkatnya geopolitik Timur Tengah dan minyak mentah di atas US$100 memperkuat alasan untuk pengetatan moneter, bank sentral harus menyeimbangkan stabilitas harga dengan meningkatnya biaya pinjaman bagi pemerintah federal dan sektor domestik utama.

"Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun kini telah mencapai 5,00%, sementara imbal hasil bertenor 2 tahun naik ke 4,66%... Perhatian pasar kini beralih ke keputusan pertemuan FOMC nanti hari ini. Pasar memprakirakan probabilitas lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25bp, sambil mengharapkan total dua kali kenaikan hingga akhir tahun. Meski begitu, The Fed menghadapi trade-off yang sulit... Di satu sisi, risiko inflasi tetap tinggi, dengan Brent crude bertahan di atas US$100/barel... Di sisi lain, kebijakan moneter yang lebih ketat meningkatkan biaya pembayaran utang bagi pemerintah AS dan menambah tekanan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perumahan."

Pesan The Fed yang hawkish dan harga Minyak yang tinggi mendukung kenaikan Dolar AS

Mengambil sikap pro-USD, Francesco Pesole dan Frantisek Taborsky di ING menegaskan bahwa Federal Reserve tidak punya banyak pilihan selain mempertahankan sikap hawkish untuk meyakinkan para pelaku pasar obligasi. Dengan harga energi yang mengancam mendorong Minyak lebih tinggi menuju US$110/barel, konferensi pers Ketua Kevin Warsh diprakirakan akan tetap membuka peluang untuk kenaikan suku bunga tambahan, menciptakan penghalang yang tinggi bagi pelemahan Dolar AS.

"Pasar sepenuhnya memprakirakan kenaikan 25bp ke 4,0% hari ini, dan keputusan mengejutkan untuk menahan suku bunga atau perbedaan pendapat dovish yang kuat dapat berdampak negatif secara material terhadap dolar... Keterbukaan Warsh terhadap kenaikan lebih lanjut dapat membuat dolar tetap didukung secara luas... Kebetulan, gambaran eksternal tidak mendukung pembentukan posisi short USD yang besar pada tahap ini. Brent mengarah ke US$110/barel, karena negosiasi Iran-Teluk kembali tertunda, dan pelemahan saham-saham teknologi membebani sentimen secara keseluruhan."

Berdasarkan pandangan gabungan dari kedua institusi, Dolar AS tetap berada dalam posisi taktis yang kuat ditopang oleh imbal hasil Treasury tenor panjang 5,00% dan harga energi global yang tinggi. Sementara MUFG menyoroti trade-off makro yang membatasi lintasan jangka panjang Federal Reserve, ING memprakirakan bahwa kenaikan standar 25 basis poin yang dikombinasikan dengan panduan hawkish dari Ketua Warsh akan menghalangi taruhan bearish terhadap greenback dan mempertahankan momentum kenaikan Dolar.


(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Berkonsolidasi di Bawah US$4.350 Menjelang Keputusan The Fed

Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan hati-hati di bawah US$4.350 pada hari Rabu karena para investor menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
了解更多 Previous

Dolar Australia: Risiko penurunan tetap berlanjut terhadap Dolar AS - UOB

Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann dari UOB mencatat AUD/USD telah pullback setelah penurunan yang lebih tajam dari perkiraan pada hari Senin, dengan aksi harga intraday kini terlihat terbatas dalam kisaran 0,7100–0,7140.
了解更多 Next