Federal Reserve menaikkan suku bunga pada 30 peminjam korporasi Dow Jones

  • DJIA berayun 146 poin dalam lima menit pada keputusan The Fed dan bertahan di 52.000
  • Suku bunga The Fed naik ke 3,75-4,00%, mengangkat apa yang dibayar oleh seluruh 30 anggota untuk meminjam

The Fed telah menaikkan suku bunganya ke 3,75-4,00%, kenaikan pertamanya sejak 2023 dan langkah pertamanya dalam bentuk apa pun sejak pemangkasan pada Desember 2025. Suku bunga yang ditetapkannya adalah apa yang dibayar bank untuk saling meminjam semalam, dan angka ini tercermin dalam indeks ini di dua tempat. Ini mengangkat apa yang dibayar 30 perusahaan atas utang dengan suku bunga mengambang, dan memperlebar selisih yang diperoleh JPMorgan (JPM) dan Goldman Sachs (GS) antara suku bunga pinjaman mereka dan apa yang mereka bayarkan kepada deposan. Pemungutan suara adalah 12-0, dan pernyataan tersebut menggambarkan aktivitas sebagai solid, belanja sebagai tangguh, dan investasi modal sebagai kuat. Suku bunga overnight adalah yang ditetapkan The Fed. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun di dekat 5% adalah yang menentukan harga hipotek, obligasi korporasi, dan sebagian besar nilai indeks, dan komite tidak menetapkan yang itu.

Indeks mencakup 146 poin di dalam bar lima menit yang membawa keputusan tersebut, naik hingga sedikit di bawah 52.200 lalu turun ke sedikit di atas 52.000. Indeks diperdagangkan sedikit di bawah 52.100, sekitar 67 poin di bawah levelnya saat memasuki 18:00 GMT (01:00 WIB). Tidak satu pun dari ekstrem hari itu ditembus: level tertinggi sedikit di atas 52.250 tercapai sekitar tengah hari dan level terendah sedikit di bawah 51.900 pada pertengahan pagi waktu New York, dan indeks berada sekitar 185 poin di atas level terendah tersebut. Pengukur momentum lima menit berada di dekat 73, yang tergolong tinggi, karena masih mengukur kenaikan menjelang rilis, bukan penurunan setelahnya.


Grafik 5 menit Dow Jones

Pertanyaan Umum Seputar Dow Jones

Dow Jones Industrial Average, salah satu indeks pasar saham tertua di dunia, disusun dari 30 saham yang paling banyak diperdagangkan di AS. Indeks ini dibobot berdasarkan harga, bukan berdasarkan kapitalisasi. Indeks ini dihitung dengan menjumlahkan harga saham-saham penyusunnya dan membaginya dengan faktor, yang saat ini adalah 0,152. Indeks ini didirikan oleh Charles Dow, yang juga mendirikan Wall Street Journal. Pada tahun-tahun berikutnya, indeks ini dikritik karena tidak cukup mewakili secara luas karena hanya melacak 30 konglomerat, tidak seperti indeks yang lebih luas seperti S&P 500.

Banyak faktor yang mendorong Dow Jones Industrial Average (DJIA). Kinerja agregat perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan laba perusahaan triwulanan adalah yang utama. Data ekonomi makro AS dan global juga berkontribusi karena berdampak pada sentimen investor. Tingkat suku bunga, yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed), juga memengaruhi DJIA karena memengaruhi biaya kredit, yang sangat diandalkan oleh banyak perusahaan. Oleh karena itu, inflasi dapat menjadi pendorong utama serta metrik lain yang memengaruhi keputusan The Fed.

Teori Dow adalah metode untuk mengidentifikasi tren utama pasar saham yang dikembangkan oleh Charles Dow. Langkah kuncinya adalah membandingkan arah Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Dow Jones Transportation Average (DJTA) dan hanya mengikuti tren saat keduanya bergerak ke arah yang sama. Volume adalah kriteria konfirmasi. Teori ini menggunakan elemen analisis puncak dan palung. Teori Dow mengemukakan tiga fase tren: akumulasi, saat uang pintar mulai membeli atau menjual; partisipasi publik, saat masyarakat luas ikut serta; dan distribusi, saat uang pintar keluar.

Ada sejumlah cara untuk memperdagangkan DJIA. Salah satunya adalah dengan menggunakan ETF yang memungkinkan investor memperdagangkan DJIA sebagai sekuritas tunggal, daripada harus membeli saham di semua 30 perusahaan konstituen. Contoh utama adalah SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA). Kontrak berjangka DJIA memungkinkan para pedagang untuk berspekulasi terhadap nilai indeks di masa mendatang dan Opsi memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual indeks pada harga yang telah ditentukan di masa mendatang. Reksa dana memungkinkan para investor untuk membeli saham dari portofolio saham DJIA yang terdiversifikasi sehingga memberikan eksposur terhadap indeks keseluruhan.

Sikap Hawkish Federal Reserve dalam Menaikkan Suku Bunga Menekan Harga Emas Lebih Rendah

Komite Pasar Terbuka Federal Amerika Serikat (AS) (Federal Open Market Committee/FOMC) mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) setelah pertemuan dua harinya, mendorong Dolar AS (USD) naik dengan teguh terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya. Dengan keputusan ini, Funds Target Range (FFTR) berada di kisaran 3,75%–4,00%.
Mehr darüber lesen Previous

Federal Reserve Menaikkan Suku Bunga ke dalam Keranjang Indeks Dolar yang Juga Telah Menaikkan Suku Bunga

The Fed telah menaikkan suku bunganya ke 3,75-4,00%, kenaikan pertamanya sejak 2023. Indeks ini mengukur Dolar terhadap enam mata uang, dan ini bukan ukuran yang luas. Euro saja menyumbang 57,6% darinya.
Mehr darüber lesen Next