Euro Melanjutkan Pemulihan karena Lega atas Penurunan Imbal Hasil Obligasi Prancis

  • Euro pulih lebih lanjut mendekati 1,1235 terhadap Dolar AS di tengah pullback imbal hasil obligasi Prancis.
  • Dolar AS terkoreksi karena imbal hasil Treasury AS mendingin setelah reli kuat.
  • Para investor mengalihkan fokus mereka ke data IHK (CPI) AS untuk bulan September.

Euro (EUR) memperpanjang pergerakan pemulihan hari Kamis terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat. Dalam perdagangan Eropa, pasangan mata uang EUR/USD naik 0,2% lebih tinggi ke dekat 1,1235. Euro rebound karena imbal hasil yang ditawarkan pada obligasi Prancis telah terkoreksi tajam.

Imbal hasil obligasi Prancis bertenor 10 tahun secara keseluruhan telah terkoreksi hampir 3,4% atau 17 basis poin (bp) menjadi 4,8% dari level tertinggi pada hari Kamis.

Euro telah menjadi aset yang berkinerja lebih buruk dalam beberapa pekan terakhir akibat melebaranya perbedaan antara imbal hasil yang ditawarkan pada obligasi Prancis dibandingkan dengan wilayah Zona Euro lainnya. Namun, para pakar pasar percaya bahwa risiko fiskal Prancis masih tetap ada dan pergerakan pemulihan ini bisa jadi hanya bersifat sementara.

Harga Euro Minggu ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Euro (EUR) terhadap mata uang utama yang terdaftar minggu ini. Euro adalah yang terlemah dibandingkan Dolar Australia.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD 0.36% 0.02% 0.19% -0.21% -0.37% 0.11% 0.31%
EUR -0.36% -0.34% -0.09% -0.55% -0.73% -0.26% -0.02%
GBP -0.02% 0.34% 0.25% -0.20% -0.39% 0.09% 0.30%
JPY -0.19% 0.09% -0.25% -0.39% -0.47% -0.04% 0.14%
CAD 0.21% 0.55% 0.20% 0.39% -0.11% 0.23% 0.51%
AUD 0.37% 0.73% 0.39% 0.47% 0.11% 0.49% 0.69%
NZD -0.11% 0.26% -0.09% 0.04% -0.23% -0.49% 0.20%
CHF -0.31% 0.02% -0.30% -0.14% -0.51% -0.69% -0.20%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Euro dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili EUR (dasar)/USD (pembanding).

Sentimen Euro tetap rapuh karena risiko Prancis masih membayangi

Para analis di ING memperingatkan bahwa jeda terbaru bagi Euro mungkin hanya berlangsung singkat, karena latar belakang politik dan fiskal Prancis terus membebani sentimen. Mereka berpendapat bahwa "kami tidak merasa janji pengetatan fiskal besar-besaran Marine Le Pen cukup untuk membalikkan keadaan bagi obligasi Prancis," seraya menambahkan bahwa "euro mungkin akan terus terdampak oleh situasi Prancis lebih lama" karena pasar tetap waspada terhadap risiko fiskal dan pasar obligasi yang masih membayangi.

Sementara itu, koreksi pada Dolar AS akibat pullback pada imbal hasil obligasi Pemerintah AS juga telah memberikan dukungan pada pasangan mata uang EUR/USD. Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan sedikit lebih rendah ke dekat 102,00. DXY turun pada hari Kamis setelah gagal melanjutkan reli di atas level tertinggi tahunan di 102,54.

Ke depan, investor akan fokus pada data Indeks Harga Konsumen AS (IHK atau CPI) untuk bulan September, yang akan dirilis pada hari Rabu.

Analisis Teknis EUR/USD

Pada grafik harian, EUR/USD diperdagangkan di 1,1221, mempertahankan nada bearish yang jelas karena spot masih berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-periode, yang berada di 1,1344 dan bertindak sebagai resistance terdekat di atas harga. Jarak antara harga dan EMA menunjukkan pasangan mata uang ini tertanam dalam tren turun jangka pendek, sementara Relative Strength Index (RSI) di sekitar 27 mengisyaratkan kondisi jenuh jual yang dapat memperlambat aksi jual agresif tanpa serta-merta mengindikasikan pembalikan bullish.

Di sisi atas, resistance awal berada di EMA 20-hari di 1,1344, dan penutupan harian di atas penghalang ini akan diperlukan untuk meredakan tekanan bearish dan membuka jalan bagi pemulihan korektif. Di sisi bawah, tanpa support teknis terdekat dari dataset yang diberikan, pasangan mata uang ini tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut, dan para trader kemungkinan akan melihat aksi harga serta higher low yang mulai terbentuk untuk mengidentifikasi dasar sementara jika aksi jual berlanjut.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Euro

Euro adalah mata uang untuk 19 negara Uni Eropa yang termasuk dalam Zona Euro. Euro adalah mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada tahun 2022, mata uang ini menyumbang 31% dari semua transaksi valuta asing, dengan omzet harian rata-rata lebih dari $2,2 triliun per hari. EUR/USD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang sekitar 30% dari semua transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%) dan EUR/AUD (2%).

Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, adalah bank cadangan untuk Zona Euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter. Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan. Alat utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi – biasanya akan menguntungkan Euro dan sebaliknya. Dewan Pengurus ECB membuat keputusan kebijakan moneter pada pertemuan yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh kepala bank nasional Zona Euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.

Data inflasi Zona Euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP), merupakan ekonometrik penting bagi Euro. Jika inflasi naik lebih dari yang diharapkan, terutama jika di atas target 2% ECB, maka ECB harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikannya kembali. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan suku bunga negara-negara lain biasanya akan menguntungkan Euro, karena membuat kawasan tersebut lebih menarik sebagai tempat bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka.

Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi Euro. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah mata uang tunggal. Ekonomi yang kuat baik untuk Euro. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro kemungkinan akan jatuh. Data ekonomi untuk empat ekonomi terbesar di kawasan Euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting, karena mereka menyumbang 75% dari ekonomi Zona Euro.

Rilis data penting lainnya bagi Euro adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang sangat diminati, maka nilai mata uangnya akan naik murni dari permintaan tambahan yang diciptakan oleh pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca yang negatif.

Pound Inggris: Bias penurunan tipis terhadap Dolar AS - UOB

Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann dari United Overseas Bank (UOB) mengamati bahwa GBP/USD telah mempertahankan kenaikan moderat di sekitar 1,3230, tetapi panduan terbaru dari Bank of England mengenai suku bunga yang lebih tinggi untuk lebih lama belum diterjemahkan menjadi tren bullish yang jelas.
อ่านเพิ่มเติม Previous

Dolar Kanada: Data Lapangan Pekerjaan dan Jalur BoC – ING

Francesco Pesole dari ING memprakirakan laporan lapangan pekerjaan Kanada bulan September akan menunjukkan rebound payroll yang moderat dan pengangguran yang sedikit lebih tinggi, namun tidak cukup untuk membenarkan kenaikan suku bunga Bank of Canada pada bulan Oktober. Ia mencatat bahwa pergerakan pada bulan Desember sudah sepenuhnya diperkirakan, sementara USD/CAD masih didominasi oleh Dolar, dengan pergerakan berkelanjutan di bawah 1,420 dipandang memerlukan kondisi obligasi global yang lebih baik
อ่านเพิ่มเติม Next