India: Upaya Intensif, Dampak Tak Tentu – HSBC

Karantina (lockdown) selama 21 hari di India dipandang sebagai langkah luar biasa dengan memerlukan biaya ekonomi yang besar, tetapi telah dianggap perlu oleh pemerintah untuk membatasi penyebaran virus corona dan mencegah krisis kesehatan skala besar, menurut HSBC.

Kutipan Utama

"Penghentian sebesar ini dipandang sebagai langkah luar biasa dengan biaya ekonomi yang besar yang dibutuhkan, tetapi perlu untuk membatasi komunitas terhadap penyebaran virus dan mencegah krisis kesehatan masyarakat skala besar."

"Bahkan setelah periode lockdownberakhir, 'faktor rasa takut' masih dapat mengakibatkan aktivitas di bawah normal untuk beberapa bulan lagi, karena kemungkinan akan ada dampak yang tersisa dari tindakan pencegahan terkait COVID-19 pada konsumsi swasta dan belanja modal perusahaan."

"Kami berharap RBI (dan pemerintah) tidak meninggalkan akselerator sampai ekonomi mulai bangkit kembali."

"Penurunan tajam harga minyak mentah akan menurunkan tagihan impor India dan membantu neraca berjalannya, meskipun harga minyak turun dari posisi terendahnya saat perundingan antara Arab Saudi dan Rusia semakin dekat."

Jepang: Paket Stimulus Yang Sangat Besar – Rabobank

Selama beberapa dekade para ekonom dan investor mempertanyakan keberlanjutan beban utang pemerintah Jepang. Pengumuman dari PM Abe tentang paket stimu
अधिक पढ़ें Previous

Badan Keuangan Jerman Terbitkan Lebih Banyak Instrumen Utang Pada Kuartal Kedua Daripada Yang Direncakan Sebelumnya

Badan Keuangan Jerman mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya akan mengeluarkan lebih banyak utang pada kuartal kedua tahun ini daripada yang semul
अधिक पढ़ें Next