Kontrak Berjanka S&P 500 Anjlok 0,50% Karena Presiden AS Trump Halangi Stimulus COVID

  • Kontrak berjangka S&P 500  goyah di sekitar rendah intraday di bawah 3.700, yang dicapai baru-baru ini, di tengah risk-off baru.
  • Presiden AS Donald Trump menyebut paket bantuan COVID-19 sebagai 'aib', meminta Kongres menambah stimulus.
  • Kesulitan Brexit dan kekhawatiran lockdown yang meluas di Inggris juga membebani sentimen.

Kontrak berjangka S&P 500 dalam aksi jual setelah berita yang menunjukkan adanya hambatan untuk paket bantuan virus corona AS (COVID-19) dan stimulus pemerintah. Barometer risiko ini menunjukkan penurunan 0,50% sementara melemah ke rendah intraday 3,652, saat ini berkurang 0,42% pada hari ini di sekitar 3.662, selama Rabu pagi.

 "Presiden Donald Trump, mencuit pada Selasa malam, menyebut tagihan bantuan COVID senilai $900 miliar yang disahkan oleh Kongres sebagai "aib" yang tidak sesuai dan mendesak anggota parlemen untuk membuat sejumlah perubahan pada tindakan tersebut, termasuk pembayaran langsung yang lebih besar kepada individu dan keluarga," kata CNBC.

Baca: Risk-off: Trump Menyebut RUU Bantuan COVID Tidak Sesuai dan Menuntut Kongres Menambahkan Pembayaran Stimulus Yang Lebih Besar

Perlu dicatat bahwa kekhawatiran lockdown akan diberlakukan di lebih banyak wilayah Inggris, karena COVID, serta tidak adanya kesepakatan Brexit yang terlihat, semakin membebani sentimen pasar.

Selain itu, perselisihan Tiongkok -Amerika meningkat setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan peringatan atas penggunaan data terkait dari perusahaan Tiongkok. Axios berkata, "akan memperingatkan perusahaan AS tentang risiko pencurian data yang disponsori pemerintah Tiongkok yang dapat terjadi melalui kemitraan bisnis AS dengan perusahaan Tiongkok , atau melalui penggunaan produk dan layanan mereka."

Selain permainan risk-off yang ditunjukkan oleh Kontrak berjangka S&P 500, saham di Asia-Pasifik juga mengalami penurunan dan mendorong ketergesaan  menuju aset risiko yang lebih aman.

Meskipun pembaruan yang berkaitan dengan paket bantuan AS akan menjadi faktor utama, Brexit, dan pembaruan virus Inggris, tidak ketinggalan perkembangan kisah AS-Tiongkok, juga akan penting untuk diperhatikan untuk arah pasar jangka pendek.

Pelosi: Demokrat Siap Salurkan Cek Langsung Senilai $2.000 Minggu Ini Dengan Suara Bulat

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan bahwa Partai Demokrat siap untuk memberikan cek langsung senilai $2.000 minggu ini dengan suara bulat. Partai R
Mehr darüber lesen Previous

Analisis Harga Emas: XAU/USD Hentikan Tren Turun Tiga Hari Di Tengah Kekhawatiran Stimulus AS

Emas surut dari puncak intraday $1.867,60 menjadi $1.865,40 di tengah perbincangan baru atas paket bantuan virus corona AS (COVID-19) dan belanja peme
Mehr darüber lesen Next